Nesrin Akbulut, utusan muda bermantel biru lapis, menengadah ke langit nebula ungu di atas kubah-kubah ibu kota Sedefhan yang bercahaya

Sedefhan

Empat puluh hari untuk menulis sebuah negara

Wishlist

Prolog

Segel itu hilang sebelum lilin pertama padam

  1. Untuk pertama kalinya sejak kubah-kubah ibu kota berdiri, Kaisar memanggil delapan provinsi ke satu meja dan meminta mereka menulis aturan yang akan mengikat dirinya sendiri.
  2. Setiap provinsi mengirim satu utusan dengan tuntutan yang lebih panjang dari jalan yang ditempuhnya.
  3. Mereka diberi empat puluh hari untuk menulis undang-undang dasar yang pertama, pasal demi pasal, di bawah mata seluruh istana.
  4. Majelis dibuka di aula berkubah biru, di bawah bintang emas yang dicat di langit-langitnya.
  5. Pada malam pembukaan, segel Kaisar diletakkan di meja juru tulis agar semua orang melihatnya.
  6. Pagi harinya meja itu kosong.
  7. Siapa pun yang memegang segel itu bisa membubarkan Majelis dengan satu cap di atas lilin merah, kapan saja, tanpa perlu menjelaskan alasannya kepada siapa pun.
  8. Delapan utusan kembali duduk di aula yang sama sambil menduga tujuh orang lainnya.
  9. Yang paling muda di antara mereka datang dari timur yang jauh setelah dua puluh hari di atas kuda.
  10. Namanya Nesrin Akbulut, utusan yang belum pernah melihat kubah sebesar itu.
  11. Ia harus menemukan segel itu, memenangkan pasal demi pasal, lalu pulang membawa sesuatu yang layak ditandatangani oleh delapan provinsi.

Delapan utusan

Delapan provinsi mengirim delapan orang dengan kepentingan yang saling bertabrakan. Dukungan mereka bergeser setiap kali kamu bicara, menolong seseorang, atau memilih diam pada saat yang salah, jadi perhatikan siapa yang tersenyum terlalu lama.

Aku menempuh dua puluh hari di atas kuda untuk sampai ke aula ini, jadi aku tidak akan pulang dengan tangan kosong.
Provinsi
Doğuyaka, padang rumput timur
Sikap
Ingin Majelis berhasil dan membawa pasal hak air untuk padang rumput.
Dukungan
Utusan yang kamu mainkan
Nesrin Akbulut berkepang dua dengan jepit perak, memeluk gulungan piagam
Tentu saja aku mendukungmu, Nona Akbulut; aku hanya ingin tahu sampai kapan kamu sanggup berdiri sendirian.
Provinsi
Ortasaray, ibu kota
Sikap
Saudara Kaisar yang ramah kepada semua orang, terlalu ramah untuk bisa dipercaya begitu saja.
Dukungan
Hangat
Pangeran Kerimhan Sarıkaya berkaftan gading dan pirus, tersenyum dengan tangan di dada
Pelabuhan tidak peduli siapa yang memerintah dari balik kubah, karena kapal tetap butuh angin dan dermaga tetap butuh tali.
Provinsi
Kumburnu, pelabuhan selatan
Sikap
Mau ikut siapa saja yang menjamin dermaganya tetap terbuka sepanjang tahun.
Dukungan
Ragu
Selim Karaduman berjaket biru tua berkancing kuningan, membawa peta laut
Aku datang untuk mendengar, jadi jangan buat aku menyesal sudah menempuh jalan sejauh ini.
Provinsi
Serinova, lembah kebun utara
Sikap
Belum memutuskan apa pun, sebab ia menilai orang dari cara mereka memperlakukan juru tulis.
Dukungan
Ragu
Leyla Ilgaz bertopi bersulam mutiara dan berjubah aprikot, jari bertaut ragu
Gunung kami memberi besi untuk kubah kalian selama ratusan musim, tetapi kami tidak pernah diajak duduk di meja ini.
Provinsi
Taşbelen, pegunungan tambang barat
Sikap
Menolak Majelis sejak hari pertama, dengan suara yang terdengar sampai galeri atas.
Dukungan
Dingin
Doruk Yamanlar bermantel laken arang berpengait besi, bersedekap
Kalau lumbung kosong pada musim dingin, undang-undang apa pun yang kalian tulis di sini hanya akan menjadi kertas.
Provinsi
Gökyurt, dataran lumbung tengah
Sikap
Mendukung, asalkan pasal panen dibahas paling awal dan tidak ditunda oleh siapa pun.
Dukungan
Ragu
Ferhunde Okyay berkacamata dan berselendang kunyit, mengapit buku besar
Aku prajurit. Suruh aku menjaga gerbang benteng sepanjang musim angin, tetapi jangan suruh aku menulis pasal untuk orang yang belum pernah melihat perbatasan.
Provinsi
Yelkaya, benteng perbatasan
Sikap
Diam dan menunggu, karena siapa pun yang menolong bentengnya akan mendapat suaranya.
Dukungan
Dingin
Baran Tekinalp bermantel militer merah tua, tangan bersarung di gagang pedang
Kami di delta sudah melihat terlalu banyak janji dari ibu kota yang hanyut ke laut bersama air pasang.
Provinsi
Sarıdere, delta garam
Sikap
Menolak dengan sopan, sambil menyimpan dugaan tentang siapa yang mengambil segel itu.
Dukungan
Dingin
Gülizar Sancar berjubah hijau buluh dengan jepit bulu bangau, memegang kipas lipat

Ibu kota

Majelis bersidang saat matahari tinggi. Setelah lampu dinyalakan, jejak segel berpindah ke gang dan atap Sedefhan, lalu kamu mengejarnya bersama party empat orang yang kamu pilih dari sepuluh kawan.

Lorong pasar beratap pada malam hari, pintu kios bertatah sedef, lentera biru dan kuning, karung kopi di depan kios

Pasar beratap

Pintu bertatah sedef ditutup ketika lentera mulai menyala di sepanjang lorong. Pertarungan di sini berjalan bergiliran, sementara posisi di antara karung kopi dan gulungan kain menentukan siapa yang terkena serangan berikutnya.

Musuh yang terdesak bisa kabur lewat atap, jadi sisakan satu giliran untuk menutup jalannya sebelum ia menghilang di antara kubah-kubah kecil yang tampak sama dari atas pada malam tanpa bulan.

Perpustakaan istana berbentuk bundar dengan tiga tingkat galeri buku, meja baca berlampu minyak, dan cahaya bintang dari lubang kubah

Perpustakaan istana

Setiap pasal yang kamu ajukan perlu bukti. Di galeri tiga tingkat ini kamu mencari surat lama, peta perbatasan, serta daftar tamu malam pembukaan yang sengaja disobek satu halamannya oleh seseorang yang tahu persis halaman mana yang akan dicari oleh juru tulis Majelis keesokan paginya.

Bukti yang kamu temukan di sini berubah menjadi argumen baru saat Sidang, dan satu surat yang tepat bisa membalik suara dua utusan sekaligus ketika debat sudah hampir berakhir.

Dermaga kafilah pada malam hari, unta berlutut dengan pelana bermotif, tongkang berlentera di sungai, kubah kota di seberang
Emir Taşkın bermantel arang, memegang tombak jaga, berdiri di batu dermaga

Dermaga kafilah

Kafilah dari delapan provinsi menurunkan muatan di sini, sementara gudang-gudangnya menjadi arena pertarungan yang paling sempit di ibu kota.

Emir Taşkın, mantan penjaga gerbang yang kini mengawal Nesrin, jarang bicara. Ia hafal setiap gudang di tepi sungai, setiap pintu belakang yang lupa dikunci, serta wajah setiap orang yang tidak seharusnya berada di sana, termasuk beberapa yang mengenakan seragam istana dan berjalan terlalu percaya diri.

Sidang

Lawan terberat di setiap bab menunggumu di aula Majelis, di balik mimbar kayu.

Aula Majelis di bawah kubah biru berbintang emas, delapan mimbar kayu berpanji melingkari podium tengah
Nesrin Akbulut berbicara di lantai aula dengan satu tangan terulur dan berkas di tangan lain

Sidang adalah debat bergiliran. Kamu memilih argumen seperti memilih skill, membaca giliran lawan, lalu menjaga agar utusan yang ragu tetap berdiri di belakangmu sampai palu diketuk.

Argumen
Argumen adalah skill debatmu: sebagian menyerang logika lawan, sebagian menenangkan ruangan, sementara beberapa hanya bekerja bila kamu memegang bukti dari perpustakaan.
Dukungan
Dukungan berfungsi sebagai HP dalam Sidang, jadi setiap utusan yang berpaling ke pihak lawan menguranginya sampai pasal yang kamu bela gugur.
Keberatan
Keberatan adalah giliran rebutan yang memotong debat, dan hubunganmu dengan utusan lain menentukan siapa yang berdiri membelamu ketika itu terjadi.

Rancangan pasal

Dua belas pasal bisa lolos atau gugur, sementara setiap hasil menggeser akhir cerita yang kamu dapatkan. Juru tulis Majelis menyimpan semua coretan.

Segel Kaisar: silinder giok hijau berpita perak, puncaknya kubah kecil bertatah kelopak sedef, bertali sutra pirus

Segel Kaisar dari giok dan perak. Selama benda ini hilang, setiap pasal yang lolos bisa dibatalkan oleh orang yang memegangnya.

Pasal 1

Kekuasaan tertinggi di Sedefhan berada pada Kaisar seorang Kaisar bersama Majelis delapan provinsi.

Dicoret pada hari ketiga, setelah utusan Taşbelen mengancam pulang sebelum pasal ini dibacakan.

Pasal 4

Air sungai yang melintasi dua provinsi menjadi milik provinsi di hulu kedua provinsi, dibagi menurut musim tanam.

Diusulkan oleh utusan Doğuyaka, ditolak sekali, lalu ditulis ulang di perpustakaan sampai menjelang subuh.

Pasal 7

Segel Kaisar dapat membatalkan setiap keputusan Majelis hanya dapat menunda keputusan Majelis selama tujuh hari.

Rancangan ini ditulis pada malam segel hilang, dengan tulisan tangan yang tidak dikenali oleh juru tulis mana pun, di atas kertas istana yang hanya disimpan di ruang kerja keluarga Kaisar dan dihitung setiap pagi oleh pengurus arsip.

Trailer dan gambar

Sedefhan, trailerBuka di YouTube